Kesunyataan Mulia tentang asal mula Dukkha
Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya. Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram. Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya. Rasa haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang mengandung garam. Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya. Dikenal tiga macam tanhä, yaitu:
1. Kämatanhä: kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan:
bentuk-bentuk (indah); suara-suara (merdu); wangi-wangian; rasa-rasa (nikmat); sentuhan-sentuhan (lembut); bentuk-bentuk pikiran
2. Bhavatanhä: kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada).
3. Vibhavatanhä: kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Dhamma
1. Kämatanhä: kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan:
bentuk-bentuk (indah); suara-suara (merdu); wangi-wangian; rasa-rasa (nikmat); sentuhan-sentuhan (lembut); bentuk-bentuk pikiran
2. Bhavatanhä: kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada).
3. Vibhavatanhä: kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Dhamma
Komentar
Posting Komentar